Jadi Anak SMA

Kawan, satu lagi lokasi shooting kita yang membawa kenangan tersendiri.. Sebuah sekolah yang berada dekat rumah sakit mekar sari bekasi.. Sekolah yang membuat kita kembali jadi anak SMA, gimana enggak, kita yang harusnya jadi kru malah jadi figuran alhasil jadi deh kita pakai seragam SMA.. Dimana kita juga melepaskan 40 balon ke udara (masih ingat betul berapa harga balon yang kita beli itu, hehe) yang menjadi tanda berakhirnya film yang kita buat..


Kawan, di lokasi tersebut juga ada duka yang mendalam untuk kelas kita.. Baiklah, jangan lagi kita ungkit masalah itu, biar kita jadikan pelajaran saja.. Yang terpenting bagaimana sebuah kenangan bisa terjaga dengan rapih.. And, i'll try it..

Jalan Kenangan

Kawan ingatkah saat kita semester empat dulu? Saat kita sibuk mengurusi keperluan shooting? Barusan, aku melewati salah satu lokasi shooting lho, di pinggir jalan di daerah kemang.. Lokasi yang membuat kita kebingungan karena voicenya nggak kedengeran.. Tadi juga ada tukang cendol yang sempat ikutan di shooting kita..
Beberapa kali melewati jalan itu, jadi teringat gimana suka dan duka dalam pembuatan filmnya..

Kawan, coba lihat adik-adik senior kita yang kini sedang mengalami hal serupa dengan kita dulu saat semester empat.. Peralatan mereka lebih canggih, kekompakkan mereka pun masih membara.. Namun, biar bagaimanapun canggihnya mereka, tetap saja keakraban kita dulu merupakan harta yang sangat berharga.. Dimana kekompakkan diraih dengan susah payah.. Walaupun film kita tidak menang, tapi kita sudah menang dalam pembuatannya, karena proses lah yang ingatannya sangat berbekas di hati, hasil adalah jerih payah usaha kita semua..

Kawan, yuk kita bangun lagi kekompakkan kita yang semakin lama memudar ini.. Sungguh ku tak mau begini..